PERENCANAAN ORGANISASI
Perencanaan
organisasional terbagi menjadi dua tujuan yaitu tujuan perlindungan dan tujuan
kesepakatan. Tujual perlindungan merupakan tujuan untuk meminimalisasikan
resiko dengan mengurangi ketidakpastian disekitar kondisi bisnis dan
menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan. Tujuan
kesepakatan merupakan tujuan untuk meninkatkan keberhasilan organisasional.
Henry
Fayol mengemukakan garis pedoman umum dalam mngorganisasi sumber daya. Berikut
merupakan pedoman dari Henry Fayol.
1)
Pembagian kerja
2)
Wewenang dan tanggung jawab
3)
Disiplin
4)
Kesatuan pemerintah
5)
Kesatuan pengarahan
6)
Mengutamakan kepentingan organisasi di
atas kepentingan sendiri
7)
Penggajian pegawai
8)
Pemusatan
9)
Hirarki
10) Ketertiban
11) Keadilan dan kejujuran
12) Stabilitas kondisi karyawan
13) Prakarsa
14) Semangat kesatuan dan semangat korps
15) Menghindari adanya pengaturan, birokrasi dan kertas kerja
16) Memberikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan
Keuntungan
dan kerugian dalam pembagian kerja. Keuntungan dan kerugian terbagi dalam
beberapa bagian. Berikut merupakan bagian-bagiannya.
Keuntungan
1) Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga
keterampilan dalam tugas tertentu meningkat
2) Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas
yang lainnya.
3) Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat
pekerjaan lebih mudah dan efisien.
4) Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian
tugas dan bukan proses keseluruhan produk.
Kerugian
1) Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat
ekonomi ang mengabaikan variabel manusia.
2) Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat
membosankan yang akan mengakibatkan tingkat produksi menurun.
Menurut
Chester Barnad akan makin banyak perintah manager yang diterima dalam jangka
panjang apabila terdapat hal-hal. Berikut merupakan penjelasannya.
a) Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manager dan
dikenal semua anggota organisasi.
b) Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi
formal melalui mana dia menerima perintah.
c) Lini komunikasi antara manager bawahan bersifat langsung.
d) Rantai komando yang lengkap.
e) Manager memiliki keterampilan komunikasi yang memadai.
f) Manager menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk
urusan organisasional.
g) Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manager.
Komentar
Posting Komentar